Sunday, July 9, 2017

...Sebuah Rantai Kata
Terukir untuk sang langit dan sang bumi
Ijinkanlah kami mempersembahkan Untaian syair untuk pahlawan hidup kami...

Raut wajah yang penuh arti abadi telukis di benakku
Gerak cirimu selalu menjadi bayang dalam memoriku
Tutur khasmu bagai senandung dalam iramaku
Saat masih dipelukanmu, terkadang aku justru memberontak
ku berusaha lari dari sosokmu
ada rasa ingin bebas dari segala mata mata itu
tetapi, tak pernah kau jenuh untuk terus memelukku
kau terus lingkarkan segala kebaikan pada jiwaku
lukisan-lukisan yang tertuangkan mengharapkan kebaikan dan keberkahan tukku

Kini..., saat tiba aku akan berjalan dengan pengganti pelindungku
aku akan berpijak pada bumi baruku
aku kan menjadi tanggung jawabnya
dan saat itulah aku terlepas dari kalian
saat ku berdiri sendiri, kurasakan betapa berharganya masa yang ku lalui dulu
betapa luar biasanya lukisan dan lingkaran yang kau uraikan di setiap jejak hidupku
Tuhan..., kurasakan betapa hebatnya mereka
Engkau adil menghadirkanku di antara mereka berdua, bumi dan langitku
Tuhan..., kini kau hadirkan pula bumi yang lain untukku
Bumi yang akan menggantikan bumiku yang tertua
tempatku berpijak dan hidup diantara OksigenMu dan KarbohidratMu

Bumiku..., kau pelindung, kau pejuang hidupku, kau pengarahku, kau kiblatku
Langitku..., kau bidadari, kau kasihku, kau temanku, kau pendidikku, kau pemberi hidup
Bumi keduaku..., kau imamku, kau anganku, kau pangeranku, kau rajaku, kau pemimpin hidup baruku

....Inilah untaian hati untuk seluruh bumi dan langit
Keabadian yang Tuhan berikan pada manusia adalah Kasih sayang bumi dan langit pada isinya
Kasih Sayang Ayah dan Ibu pada anak-anaknya....

Ferli '17


Pena Pelangi

Senja di padang rindu
Terhampar luas berderu angin
Berderaian alunan sunyi
Mengalir bersama air
Terbawa jauh ke hulu hati
Tergenang tenang di lubuk jiwa
Senja rindu akankah kau terbenam bersama waktu?
Kutunggu senja ini berganti fajar
agar dapat kutatap indahnya bayangnya di ufuk timur
wahai...penerangku terindukan

Ferli '17
Pena Pelangi

Bulan kelabu bertabur binar
Bintang kejora memudarkan sinarnya
Langit malam berhias mendung
Air-airnya bergelantung
Jeritan hati menggema lirih
Senandung malam bermuara di hati
Sunyi yang menenangkan
Sepi yang melegakan
Biarkanlah benci ini menyelimuti
Agar kutahu, bahwa aku patut bahagia

Ferli '17

Friday, February 5, 2016

MUHRI - KAMUS BAHASA MADURA INDONESIA KONTEMPORER EDISI VI

Setelah tertunda dan terabaikan, edisi keenam kamus ini bisa terbit. Pada terbitan kali ini jumlah lema sudah mencapai 2391. Pencapaian ini belum merupakan pencapaian yang mendekati sempurna sekali pun. Pencapaian ini sangat jauh dari sempurna mengingat luasnya kosa kata bahasa Madura. Ada berbagai dialek yang belum terpetakan. Ada perkembangan bahasa baru yang diadopsi. Juga bahasa lama yang tidak atau belum terjangkau mengingat keterbatasan referensi. Semua itu belum menghitung kata-kata yang terjangkau yang masih belum sempat dimasukkan dalam kamus ini.
Seperti maksud penulisan pada terbitan pertama, buku ini akan terus disempurnakan tanpa batas akhir. Dengan mengambil konsep belajar sambil melakukan, learning by doing. Kamus ini akan selalu berkembang dan disempurnakan.
Akhir kata, tak ada yang sempurna. Semua memiliki kekurangan. Demikian pula kamus ini. Bagi Anda yang peduli dengan bahasa Madura, mohon mengirimkan saran, kritik, dan masukan ke email muhrimohtar1234@gmail.com

Untuk mengunduh file klik unduhan berikut.



Jika tidak bisa diunduh klik link alternatif berikut

Monday, December 28, 2015

MUHRI – AKU BERSAMA SEMESTA

Antologi Puisi Aku Bersama Semesta merupakan puisi seumur hidup saya yang sempat terkumpul. Sebagian besar yang lain hilang karena diabaikan. Dulu saya berpikir puisi hanya ekspresi dan mencatat isi hati. Hanya memuaskan batin sendiri. Seperti menulis buku harian, tidak untuk ditunjukkan. Saya tidak berada pada pendapat L’art pour l’art atau pun L’art engage. Saya berpikir bahwa seni untuk kepuasan pribadi saya. Hanya mencatat sesuai keindahan menurut saya.

Antologi ini terbagi tiga yaitu Aku, Bersama, Semesta. Aku berisi kontemplasi tentang jati diri dan kisah kehidupan pribadi. Secara subjektif menggambarkan tanggapan terhadap kehidupan. Bersama adalah pandangan saya tentang masalah-masalah sosial, budaya, pendidikan, dsb. Singkatnya masalah kemanusiaan.  Semesta adalah pengalaman saya tentang Tuhan. Digambarkan berdasarkan pemikiran dan pemahaman tentang yang transenden terutama tentang rasa.

Untuk mengunduh, Klik gambar unduhan berikut.