Rabu, 19 Februari 2014

METAFORA



Metafora adalah sebuah kata atau ungkapan yang dalam penggunaan literalnya menunjukkan satu macam hal yang dikenakan pada sebuah hal lain yang benar-benar berbeda tanpa penyisipan pembanding (Abrams dan Harpham, 2009: 119). Dengan kata lain metafora adalah menggunakan kata tertentu sebagai ganti kata lain yang benar-benar berbeda tanpa menggunakan pembanding seperti, sebagai, bagai, seperti, bak, dsb. misalnya meja hijau sebagai pengganti pengadilan.
Metafora muncul pertama kali dalam retorika kemudian dipakai oleh sastra yang dipopulerkan oleh teoris sastra. Metafora kemudian menjadi perhatian ahli-ahli bahasa. Namun, metafora dalam sastra secara signifikan berbeda dengan metafora dalam bahasa. Linguis memperhatikan metafora yang beredar dalam masyarakat dan telah menjadi biasa dengan demikian tidak terasa lagi sebagai metafor, misalnya kaki gunung, kaki meja, leher botol dsb.

Jumat, 24 Januari 2014

BALADA




Balada adalah singkatan dari balada populer, sering juga disebut balada rakyat atau balada tradisional. Balada dibatasi sebagai sebuah nyanyian yang disampaikan secara lisan dan isinya menyampaikan cerita. Dengan demikian, balada adalah nyanyian rakyat yang berjenis narasi yang disampaikan secara lisan ditengah-tengah masyarakat yang tidak bisa membaca, atau hanya sebagian kecil yang bisa membaca. Ciri-ciri lain dari balada populer ini adalah dramatis, ringkas, dan impersonal (Abrams & Harpham, 2009: 21).
Balada diperkirakan muncul, di eropa, pada akhir Abad Pertengahan. Balada dikumpulkan dan dicetak pada abad XVIII. Di Amerika, balada dibawa dari Inggris kemudian terjadi penambahan atau pengaruh dari penduduk asli, seperti yang dinyanyikan penebang kayu, gembala sapi, buruh, dan kritikus sosial (2009: 22).

Selasa, 21 Januari 2014

ABSURD, SASTRA



Sastra absurd adalah sejumlah karya dalam bentuk drama dan prosa fiksi yang memiliki persamaan pandangan bahwa kondisi manusia adalah absurd sesuai dengan esensi dan kondisi yang cukup terepresentasi hanya dalam karya sastra yang juga absurd (Abrams dan Harpham, 2009: 1)
Karya absurd pertama kali muncul 1896 dalam drama Perancis Ubu Roi (Ubu Sang Raja) karya Alfred Jarry. Karya-karya jenis ini berakar pada gerakan akspresionisme dan surrealisme seperti pada fiksi yang ditulis 1920 The Trial, Metamorphosis karya Franz Kafka (2009:1)
Sebagai gerakan, sastra absurd muncul di Perancis setelah kengerian pada Perang Dunia II (1969-1945) sebagai sebuah

Senin, 20 Januari 2014

Catatan tuk cahayaku


09 Juli 2013
Aku merasa sakit
Rasa sakit yang tak terhenti
Aku merasa takut
Rasa takut yang tak terkalahkan
Aku merasakannya...
Rasa yang selalu ingin aku rasakan
Merasakan perjuangan seorang ibu
Perjuangan hidup dan mati
Bertaruh nyawa dan nafas
Namun, perjuangan itu terbayarkan oleh tubuh mungil
Tubuh mungil yang bersinar
Tubuh mungil yang selalu ku nantikan
Tubuh mungil yang tak berdosa
Tubuh mungil yang kini menjadi anakku
Tubuh mungil yang kini menjadi semangat hidupku
Dialah segalanya dalam hidupku
Harta terindah di bulan suci ini
Sembilan Juli dua ribu tiga belas...
Lahirlah dia ke dunia melalui rahimku,
Dia..., anakku terkasih..., Robbi Annur Iliana...

Jumat, 10 Januari 2014

NATURALISME



Naturalisme adalah kelanjutan dari realisme. Naturalisme lebih menggambarkan segi-segi masyarakat yang jelek, cabul, dsb (Soetarno, 1981: 10). Naturalisme kadang-kadang diklaim menghadirkan gambaran kata-kata yang lebih akurat dari realisme. Akan tetapi, seperti juga realisme,  naturalisme tidak hanya pemilihan istimewa terhadap permasalahan yang diangkat dan cara-cara istimewa dalam mewujudkan bahan-bahan tersebut. Naturalisme adalah sebuah model fiksi yang dikembangkan oleh sebuah madzhab para penulis sesuai dengan tesis filosofis tertentu. Tesis ini, sebuah produk tentang biologi pasca Darwinian pada abad XIX, menganggap bahwa seorang manusia berada sepenuhnya dalam keteraturan alam dan tidak memiliki jiwa dan akses terhadap agama atau spiritual yang melampaui dunia alamiah. Karena itu, seorang manusia hanyalah seekor hewan yang memiliki tingkatan lebih tinggi yang karakter dan tingkah lakunya ditentukan sepenuhnya oleh dua dukungan, yaitu bakat tururunan dan lingkungan (Wellek & Warren, 1963: 303-4).

Daftar Pustaka
Abrams, M.H. & Geoffrey Galt Harpham. 2009. A Glossary of Literary Terms, Ninth Edition. Boston: Wadsworth Cengage Learning
Soetarno. 1983. Peristiwa Sastra Indonesia. Surakarta: Widya Duta