Skip to main content

Posts

MODHIN KAROK (MADURA)

Dikisahkan ada seorang kiai yang memiliki santri banyak, Modhin Karok namanya. Dalam kesehariannya ia tergolong amat miskin dan serba kekurangan. Pondok dan tempat tinggalnya sangat jelek. Tiap hari belum tentu ada yang dimakan. Oleh karena itu, ia memiliki akal buruk yaitu menyuruh santri-santrinya mencuri ternak milik orang-orang kampung dan menyembunyikan di tengah hutan. Kalau orang-orang kampung ribut mencari, santri-santrinya diminta untuk memberitahukan bahwa Modhin Karok dapat meramal ternak-ternak yang hilang tersebut. Dengan tipu muslihatnya Modhin Karok menunjukkan tempat sapi-sapi yang hilang tersebut. Dengan demikian, Modhin Karok mendapat sejumlah uang dan panggang ayam untuk selamatan di pondoknya. Modhin Karok terkenal sebagai peramal. Ketika raja kehilangan sekotak perhiasan milik putrinya, dipanggillah Modhin karok untuk meramalnya. Pada waktu itu yang disuruh memanggil bernama Jasad dan Badan, dua orang pengawal raja. Modhin Karok menjadi kebingungan karena ra...

BANGSACARA RAGAPADMI (MADURA)

Di negara Madura, ada raja yang bergelar Bidarba. Pusat pemerintahannya terletak di kota Pacangan. Ia amat disegani rakyatnya dan kepala-kepala pemerintahan di bawah kekuasaannya. Empat permaisurinya cantik-cantik. Salah seorang bernama Ragapadmi. Suatu hari, Ragapadmi yang cantik sakit cacar di sekujur tubuhnya hingga berbau busuk. Bidarba menyingkirkannya dengan jalan menyerahkan permaisuri tersebut kepada pembantu tersayangnya bernama Bangsacara untuk dijadikan istri. Ragapadmi kemudian dibawa pulang oleh Bangsacara ke rumah ibunya agar dirawat. Ibu Bangsacara yang bertugas menjaga makam raja menerima Ragapadmi dengan tangan terbuka dan merawatnya dengan baik. Bangsacara, sebelum kembali ke istana, sempat bersumpah tidak akan memperistri Ragapadmi. Beberapa lama kemudian Bangsacara berkeinginan pulang untuk menjenguk ibunya. Setelah pamit, berangkatlah dia ke desanya. Di sana, betapa kagetnya Bangsacara melihat Ragapadmi yang sudah sembuh dan berparas amat cantik sep...

CERITA BIAWAK (MADURA)

Dahulu kala, ada seorang janda miskin yang tinggal di bawah gunung. Untuk bertahan hidup, setiap hari ia mendatangi tetangga untuk meminta makanan. Begitulah selama ini ia hidup. Namun, lama-kelamaan tidak ada keluarga yang mau memberi makan janda miskin tersebut. Untuk bertahan hidup, kemudian, janda miskin tersebut mencari kayu bakar di hutan untuk dijual. Penderitaannya semakin lama semakin berat mengingat usianya yang semakin tua. Tersebutlah pada suatu waktu seorang dewa turun dari langit untuk berburu. Ia kencing di bawah pohon beringin kurung. Ia kencing ke dalam sebuah kendi (tempat air minum yang terbuat dari tanah liat). Di sisi lain, janda miskin yang sedang mencari kayu kehausan karena panas matahari yang terik. Ketika sampai di bawah pohon beringin tersebut untuk berteduh, ia melihat sebuah kendi. Diambilnya kendi itu. Ia melihat kendi tersebut berisi air yang jernih dan berbau harum. Tanpa pikir panjang ia pakai air tersebut untuk minum dan selebihnya untuk...

NEGARA APA NEGERIKU INI?

Negara apa negeriku ini? Negeri subur tanah gembur Tanaman berbuah yang melimpah Mengapa kesengsaraan meliputi terbesar rakyat? Negara apa negeriku ini? Perut bumi mengandung harta meruah Tak mudah habis dalam sekejap Tapi dibagi dengan makhluk tamak yang dulu pernah menginjak negeri kita terjamah lihat betapa banyak yang ternganga melongo saat truk-truk mengangkut kekayaan kita ke kapal mereka mereka yang tak punya apa-apa

Benarkah Bahasa Madura tidak Mengenal Bunyi /w/?

Selama ini, bahasa Madura memang tidak mengenal bunyi /w/. Kebanyakan bentuk serapan diadaptasi dengan /b/. Wajan menjadi bâjhân , sawah menjadi sâbâ , kawat menjadi kabâ’ dan masih banyak yang lain. Kenyataan ini membuat kita yakin bahwa Madura tidak memiliki fon /w/ kecuali serapan dari bahasa lain. Hal ini juga dinyatakan oleh Davies (2010: 20). Namun, saat diingat-ingat, ada beberapa kata asli yang benar-benar asli dari bahasa Madura, beberapa kata yang berasal dari tiruan bunyi. Kata-kata tersebut antara lain

PANTUN

Pantun adalah salah satu sastra lama Indonesia lama. Nilai estetika pantun terletak pada perlambang dalam sampiran dan kesesuaian dengan isi. Selain itu, estetika pantun terletak pada persamaan sajak akhir. Pada posting kali ini disajikan definisi pantun, syarat-syarat pantun, dan pembagian pantun, serta hal-hal yang berhubungan dengan pantun. Untuk lebih jelasnya, bisa Anda unduh pada link berikut. UNDUH

Tokoh atau Karakter?

Dua istilah ini digunakan dalam bahasa Indonesia berhubungan dengan sastra, yaitu pelaku dalam prosa naratif dan naskah drama. Pertanyaannya, istilah mana yang layak digunakan? Untuk lebih jelasnya silahkan unduh pada link berikut UNDUH