Skip to main content

ABSURD, SASTRA



Sastra absurd adalah sejumlah karya dalam bentuk drama dan prosa fiksi yang memiliki persamaan pandangan bahwa kondisi manusia adalah absurd sesuai dengan esensi dan kondisi yang cukup terepresentasi hanya dalam karya sastra yang juga absurd (Abrams dan Harpham, 2009: 1)
Karya absurd pertama kali muncul 1896 dalam drama Perancis Ubu Roi (Ubu Sang Raja) karya Alfred Jarry. Karya-karya jenis ini berakar pada gerakan akspresionisme dan surrealisme seperti pada fiksi yang ditulis 1920 The Trial, Metamorphosis karya Franz Kafka (2009:1)
Sebagai gerakan, sastra absurd muncul di Perancis setelah kengerian pada Perang Dunia II (1969-1945) sebagai sebuah
pemberontakan terhadap kepercayaan dan nilai dasar dalam budaya dan sastra tradisional yan berasumsi bahwa manusia adalah makhluk rasional yang hidup dalam sebuah dunia yang paling tidak sebagiannya bisa dipahami, menjadi bagian dari struktur sosial yang teratur, dan memiliki  jiwa kepahlawanan dan kegagahan bahkan dalam kekalahan (2009:1).

Daftar Pustaka
Abrams, M.H. & Geoffrey Galt Harpham. 2009. A Glossary of Literary Terms, Ninth Edition. Boston: Wadsworth Cengage Learning

Comments

Popular posts from this blog

LATAR (SETTING)

  A.        Latar atau Setting ? Sebenarnya pertanyaan di atas sangat mudah jawabannya. Akan tetapi, mengingat seringnya kesalahan penyebutan dilakukan, pertanyaan tersebut perlu ditanyakan kembali. Pilihan jawaban bergantung kepada masing-masing pengguna bahasa. Namun, tidak ada salahnya saya berpendapat. Istilah setting setelah dilihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Kamus Bahasa Indonesia belum diserap menjadi bahasa Indonesia. Kata yang sering digunakan untuk ini adalah latar. Dengan pertimbangan tersebut latar memang lebih pantas dijadikan istilah. Pertama, ia merupakan istilah asli Indonesia. Kedua, kata ini lebih mudah dipahami karena sangat dominan digunakan sebagai istilah seni: cerpen, novel, drama, seni pertunjukan, dsb. Setting dalam bahasa Inggris digunakan sebagai istilah yang tidak murni untuk seni. Ketiga, jika dalam istilah saja kita sudah mendompleng bahasa asing, bagaimana dengan isinya? B.    ...

PROBLEMATIKA MORFOLOGIS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam morfologi, ada beberapa problema yang dihadapi, seperti halnya dibawah ini : Problematika Akibat Unsur Serapan Problematika Akibat Kontaminasi Problematika Akibat Analogi Problema Akibat Perlakuan Kluster Problema Akibat Proses Morfologis Unsur Serapan Problema Akibat Perlakuan Bentuk Majemuk Peristiwa Morfofonemik Problem Proses Reduplikasi Problema Proses Abreviasi Problema Fungsi Dramatis dan Fungsi Semantis 1.2 Identifikasi Jelaskan pengertian dari masing – masing problematika yang telah tersebutkan diatas ? Jelaskan contoh – contoh yang telah ada tersebut ? BAB II PEMBAHASAN 2.1 Problematika Akibat Kontaminasi Kontaminasi merupakan gejala bahasa yang menga-caukan konstruksi kebahasaan. Kontaminasi dalam konstruksi kata, misalnya : Diperlebarkan , merupakan hasil pemaduan konstruksi diperlebar dan dilebarkan yang masing masing berarti 'dibuat jadi lebih besar lagi' dan 'dibuat jadi lebar'. Oleh sebab itu, konstruks...

RADEN SAGARA (ASAL USUL PULAU MADURA)

Pada jaman dahulu, Madura merupakan pulau yang terpecah belah. Yang tampak pada waktu itu adalah gunung Pajuddan dan gunung Gegger di daerah Bangkalan, tempat kelahiran Raden Sagarah. Pada saat itu pula di tanah jawa tepatnya di daerah muara sungai Brantas di Jawa Timur ada sebuah kerajaan bernama “MEDANG KEMULAN”. Kerajaan Medang  Kemulan sangat aman, tentram, dan damai. Semua warganya melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ca’ epon reng Madura “ lakona lakone kennengga kennengge”, demikian prinsip mereka. Rajanya bernama “Sang Hyang Tunggal” adalah seorang raja yang